Studi Inventarisasi dan Identifikasi Tumbuhan Herbal Berkhasiat Obat dalam Masakan ‘Tambaq’ sebagai Pangan Fungsional Berbasis Kearifan Lokal
Abstract
Indonesia dikenal sebagai tempat tumbuhnya tanaman obat dalam bentuk herbal sehingga
mendapat julukan live laboratory. Kekayaan alam Indonesia menyimpan berbagai tumbuhan berkhasiat
obat, dari 40 ribu jenis flora yang tumbuh di dunia, 30 ribu diantaranya tumbuh di Indonesia. Namun
pemanfaatan tumbuhan herbal berkhasiat obat belum banyak dilakukan oleh masyarakat. Hal ini,
disebabkan terbatasnya pengetahuan dan kemampuan masyarakat tentang cara pemanfaatannya. Tujuan
penelitian Tahun I, untuk menginventarisasi tumbuhan herbal berkhasiat obat yang digunakan sebagai
ramuan dalam masakan tradisional “Tambaq” sebagai pangan fungsional berbasis kearifan lokal. Metode
yang digunakan adalah metode deskriftif dengan teknik observasi lapangan, wawancara, dokumentasi,
jelajah dan koleksi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan data tersebut disajikan dalam
bentuk deskripsi, tabel dan gambar dari jenis- jenis tumbuhan herbal berkhasiat obat yang digunakan
sebagai ramuan dalam masakan “Tambaq” di Desa Bonehau Kecamatan Bonehau Kabupaten Mamuju.
Luaran penelitian ini dalam bentuk publikasi di jurnal internasional bereputasi yaitu publikasi di
International Food research Journal (IFRJ) sebagai luaran wajib dan book chapter di buku Research
Trends in Food Technology and Nutrition sebagai luaran tambahan. TKT hasil penelitian berada pada
tingkat TKT 1 dan 2 menuju ke TKT 3. Hasil penelitian tahun I yaitu inventarisasi tumbuhan berkhasiat
obat yang digunakan masyarakat setempat sebagai ramuan dalam masakan “Tambaq” yaitu terdiri dari 10
jenis tumbuhan yaitu (kulit batang durian, batang kelapa merah, kulit batang paliasa, kulit batang waru,
batang bajakah, tunas dan daun muda rotan, akar aren, batang akar kuning, batang dan daun benalu, kulit
batang beringin), dari 20 jenis tumbuhan berkhasiat obat yang sering digunakan dalam masakan tersebut.
Masing-masing dari 10 jenis tumbuhan berkhasiat obat tersebut direbus kemudian diminum, untuk dapat
mencegah dan mengobati berbagai macam benyakit yang berbasis pada kearifan lokal masyarakat
setempat.