Preprint / Version 1

MEDIA SOSIAL PADA KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN (Studi Kasus Kabupaten Soppeng)

##article.authors##

  • Syamsul Rahman Universitas Islam Makassar

Abstract

Perkembangan teknologi digital termasuk kehadiran media sosial, membantu interaksi sosial
terutama saat pandemi Covid-19. Pemanfaatan media sosial tetap dilanjutkan, walaupun pada Covid-
19 telah berakhir (era new normal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media sosial
yang digunakan, pemanfaatan media sosial oleh penyuluh, serta faktor-faktor pendukung dan
penghambat pemanfaatan media sosial di era new normal pada kegiatan penyuluhan pertanian di
Kabupaten Soppeng. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian
field research. Teknik sampling yang digunakan yaitu proporsional random sampling. Sampel pada
penelitian ini berjumlah 28 penyuluh pertanian di Kabupaten Soppeng. Penelitian ini menunjukkan
bahwa media sosial yang digunakan pada kegiatan penyuluhan pertanian di Kabupaten Soppeng
meliputi: whatsapp, facebook, youtube, instagram, dan twitter. Media sosial whatsapp memiliki
presentasi paling banyak digunakan yaitu 100%. Pemanfaatan media sosial pada kegiatan
penyuluhan pertanian berada di kategori tinggi dengan presentasi 21,4%. Faktor pendukung dalam
pemanfaatan media sosial yaitu: dukungan instansi, kepemilikan media alat online, jaringan internet.
Sedangkan faktor penghambat pemanfaatan media sosial, yaitu kurangnya pelatihan TIK dan petani
hanya mengakses media sosial whatsapp.

Posted

01/24/2024